Breaking News

UBK di Desa Ngale Ngawi Mulai Berproduksi

Tiga desa di Ngawi, yaitu Desa Ngale, Desa Jeblogan dan Desa Gemarang mendirikan kelompok usaha yang memproduksi kebutuhan rumah tangga sehari-hari (costumer goods). Pendirian Usaha Bersama Komunitas (UBK) ini difasilitasi oleh Kepala Desa (Kades) Ngale, Yan Teguh Wibowo S.Sos.

Pendirian UBK ini berawal dari keinginan Kades Ngale untuk membentuk kemandirian desa, sehingga terbentuklah UBK yang diketuai oleh Puguh Nugroho. Sistemnya, setiap desa direkrut 6 orang anggota sebagai tenaga produksi.

Adapun produk yang dihasilkan dari UBK yang didirikan pada bulan September 2015 lalu, yaitu sabun cuci piring, sabun cuci baju dan pewangi baju. Produk dari UBK ini, rencananya akan dipasarkan pada warga di tiga desa tersebut dan rencananya akan merambah ke desa lain.

Sedangakan alat produksi didapat dari bantuan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa) yang diserahterimakan oleh Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan Dudi Nugroho pada akhir 2015 lalu. Bantuan berupa alat produksi dan bahan baku senilai Rp 200 juta tersebut, diserahkan secara simbolis pada Kades Ngale Yan Teguh Wibowo S.Sos. Selanjutnya diterimakan pada UBK yang diwakili Puguh Nugroho.

Dalam sambutannya, Dudi Nugroho menjelaskan bahwa dari Kemendes akan terbuka untuk warga masyarakat desa yang aktif dan berprestasi untuk memajukan desanya. "Pemerintah melalui Kemendes akan siap membantu untuk kemajuan desa dalam bentuk apapun dengan tujuan demi terwujudnya kemajuan dan kemandirian desa," katanya.

Terbukti, sampai saat ini, UBK mampu memproduksi 300 botol perhari dan mampu menjual produk sampai 50% per hari.

Sementara Kades Ngale Yan Teguh Wibowo mengucapkan terima kasih pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa) yang telah memberikan bantuan berupa alat produksi sabun. "Ini dapat membangkitkan perekonomian," jelasnya saat ditemui redaksi.

Dengan bantuan peralatan dan bahan baku untuk memproduksi sabun tersebut, kata Teguh, pihak UBK akan lebih terpacu untuk menuju kemandirian desa. Dengan begitu, warga ketiga desa tersebut akan menggunakan sekaligus mencintai produksi desanya sendiri.

Sumber : BangsaOnline

Tidak ada komentar